Peluang Usaha Budidaya Kangkung dan Analisa Usahanya
| Kategori | Peluang Usaha |
| Di lihat | 16761 kali |
| Harga | Rp (Hubungi CS) |
| Kategori | Peluang Usaha |
| Di lihat | 16761 kali |
| Harga | Rp (Hubungi CS) |
Kangkung menjadi bahan sayuran yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat sebagai bahan memasak. Sayuran kangkung sangat nikmat jika dimasak dengan cara ditumis atau direbus dengan tambahan sambal. Hal inilah yang membuat kangkung banyak dibudidayakan karena banyak kalangan yang membutuhkan sayuran ini. Kangkung selain memiliki rasa yang enak juga kaya akan kandungan gizi dan vitamin mampu menjaga kesehatan tubuh. Kangkung bisa ditemui dengan mudah dipasar, diwarung sayur, supermarket dan sebagainya ini karena permintaan pasar yang selalu meningkat. Dengan banyaknya peminat sayur kangkung maka membudidayakan sayur kangkung menjadi salah satu pilihan yang tepat. Apalagi peluang usaha budidaya kangkung sangat menguntungkan. Tumbuhan kangkung ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Namun untuk memudahkan proses pembudidayaan kangkung akan lebih baik jika memilih kangkung jenis darat. Dalam membudidayakan kangkung ini sangat mudah, asalkan mengetahui tata cara dalam menanam, merawat dan memanennya. Nah, bagi yang berminat menjalankan usaha pembudidayaan kangkung maka silahkan simak infonya sebagai berikut :
Memilih Benih Kangkung
Ketika akan menanam benih kangkung maka yang perlu dilakukan ialah dengan memilih benih kangkung berkualitas. Jika memilih kangkung darat maka membutuhkan biji dan ditanam pada lahan sesuai dengan keinginan. Supaya menghasilkan kangkung berkualitas dan disukai konsumen maka carilah varietas lokal.
Menyiapkan Lahan
Sediakan lahan yang luas kemudian lakukan pencangkulan supaya tanah menjadi gembur. Lahan yang digunakan untuk menanam kangkung haruslah sesuai untuk membantu pertumbuhan kangkung dengan baik. Apabila pH rendah maka lakukanlah pengapuran. Persiapkan lahan dengan baik supaya perkembangan dan pertumbuhan kangkung sesuai dengan harapan.
Penanaman Kangkung
Biji kangkung ini ditanam pada lahan yang telah disediakan, pertama – tama buat lubang tanam yang kemudian diberi 2 sampai 5 biji kangkung. Anda bisa menanam biji kangkung ini sesuai dengan keinginan, asalkan rapi dan jarak yang tepat.
Perawatan
Siramlah tanaman kangkung ini secara rutin dan lakukan pencabutan rumput disekitar tanaman kangkung. Pastikan kangkung tidak terserang penyakit atau pun hama. Lakukan penyemprotan peptisida supaya penyakit tanaman tidak menyerang kangkung dan kagkung akan tumbuh secara lebat tanpa ada gangguan.
Panen Kangkung
Kangkung dapat dipanen ketika usianya telah lebih dari 30 hari setelah masa tanam. Proses pemanenan kangkung sangat mudah yaitu dengan mencabut tanaman kangkung hingga ke akar atau dengan memotong bagian pangkal tanaman. Kangkung yang telah dipanen ini bisa langsung dicuci atau dibilas dengan air guna menghilangkan tanah yang menempel. Kemudian kangkung bisa diikat dan mulai dipasarkan.
Konsumen Kangkung
Kangkung menjadi sayuran yang memiliki permintaan besar karena sebagai bahan pembuatan sayur untuk lauk teman makan nasi. Jadi, sayuran ini bisa dipasarkan keberbagai tempat misalnya dipasar, kepedagang sayur keliling, toko sayur, warung makan, ibu rumah tangga dan sebagainya. Jadi banyak kalangan yang bisa dijadikan konsumen tetap untuk usaha pembudidayaan kangkung ini.
Startegis Usaha Pembudidayaan Kangkung
Butuh strategi jitu untuk bisa memasarkan produk kangkung kemasyarakat luas. Caranya seperti menjalin kerjasama dengan para pedang sayur dipasaran. Dengan begitu para pedagang sayur bisa dijadikan konsumen tetap. Pastikan selalu memberikan produk kangkung bagus dan segar. Kualitas kangkung yang baik ini akan membuat para konsumen selalu berlangganan, jadi beri kualitas bagus dan harga bersahabat.
Contoh Analisa Usaha Pembudidayaan Kangkung
Proses pembudidayaan kangkung juga membutuhkan hitungan yang tepat supaya kegiatan usaha ini lebih terperinci. Bagi yang penasaran dengan analisa usaha pada peluang bisnis pembudidayaan kangkung ini maka silahkan baca info berikut :
Asumsi
| Peralatan | Harga | ||||||||||||||||||||||||||
| Cangkul | Rp. | 450.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Alat penanam benih | Rp. | 150.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Sprayer | Rp. | 250.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Pisau arit | Rp. | 65.000 | |||||||||||||||||||||||||
| selang air | Rp. | 200.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Peralatan tambahan | Rp. | 300.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Jumlah Investasi | Rp. | 1.415.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Biaya Operasional per Bulan | |||||||||||||||||||||||||||
| Biaya Tetap | Nilai | ||||||||||||||||||||||||||
| Penyusutan cangkul 1/48 x Rp. 450.000 | Rp. | 9.375 | |||||||||||||||||||||||||
| Penyusutan alat penanam benih 1/60 x Rp. 150.000 | Rp. | 2.500 | |||||||||||||||||||||||||
| Penyusutan sprayer 1/48 x Rp. 250.000 | Rp. | 5.208 | |||||||||||||||||||||||||
| Penyusutan pisau arit 1/48 x Rp. 65.000 | Rp. | 1.354 | |||||||||||||||||||||||||
| Penyusutan selang air 1/48 x Rp. 200.000 | Rp. | 4.167 | |||||||||||||||||||||||||
| Penyusutan peralatan tambahan 1/36 x Rp. 300.000 | Rp. | 8.333 | |||||||||||||||||||||||||
| Total Biaya Tetap | Rp. | 30.938 | |||||||||||||||||||||||||
| Biaya Variabel | |||||||||||||||||||||||||||
| Biji kangkung | Rp. | 350.000 | x | 1 | = | Rp. | 350.000 | ||||||||||||||||||||
| Obat Pembasmi hama | Rp. | 500.000 | x | 5 | = | Rp. | 2.500.000 | ||||||||||||||||||||
| Pupuk | Rp. | 300.000 | x | 4 | = | Rp. | 1.200.000 | ||||||||||||||||||||
| Sewa lahan | Rp. | 2.000.000 | x | 1 | = | Rp. | 2.000.000 | ||||||||||||||||||||
| Biaya pengairan | Rp. | 350.000 | x | 1 | = | Rp. | 350.000 | ||||||||||||||||||||
| Biaya tambahan lain | Rp. | 100.000 | x | 5 | = | Rp. | 500.000 | ||||||||||||||||||||
| Total Biaya Variabel | Rp. | 6.900.000 | |||||||||||||||||||||||||
| Total Biaya Operasional | |||||||||||||||||||||||||||
| Biaya tetap + biaya variabel = | Rp. | 6.930.938 | |||||||||||||||||||||||||
| Pendapatan per Bulan | |||||||||||||||||||||||||||
| Penjualan rata – rata = | |||||||||||||||||||||||||||
| 170 | ikat | x | Rp. | 1.500 | = | Rp. | 255.000 | ||||||||||||||||||||
| Rp. | 255.000 | x | 30 | hr | = | Rp. | 7.650.000 | ||||||||||||||||||||
| Keuntungan per Bulan | |||||||||||||||||||||||||||
| Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional | |||||||||||||||||||||||||||
| Rp. | 7.650.000 | – | 6.930.938 | = | Rp. | 719.063 | |||||||||||||||||||||
| Lama Balik Modal | |||||||||||||||||||||||||||
| Total Investasi / Keuntungan = | Rp. | 1.415.000 | : | 719.063 | = | 2 | bln | ||||||||||||||||||||
Bisnis pembudidayaan kangkung memang mampu menghasilkan keuntungan berlimpah. Dengan proses penanaman kangkung yang begitu sederhana membuat usaha pembudidayaan menjadi peluang yang dapat dikerjakan secara sederhana. Jika mampu mengelola tanaman kangkung dengan baik bisa jadi usaha ini akan semakin berkembang dan memiliki banyak pelanggan.
Kegiatan penanaman biji kangkung ini menjadi salah satu kendala bagi para petani, apalagi jika lahan yang digunakan sangat luas. Waktu dan tenaga yang dibutuhkan sangat banyak jadi membuat pengelola usaha budidaya kangkung akan merasa kewalahan. Jadi, untuk membantu para petani dalam menanam biji kangkung saat ini telah ada namanya alat penanam biji manual. Peralatan ini memiliki fungsi dalam menanam biji dalam tanah secara sempurna dan mudah. Dengan adanya peralatan pertanian ini maka kegiatan pembenihan tidak merasakan lelah dan akan mempercepat waktu penanaman. Jadi, jika ingin menjalankan usaha pertanian terutama budidaya kangkung dan budidaya tanaman lain menggunakan biji gunakan saja alat penanam biji ini. Untuk mendapatkan peralatan ini sangat mudah karena bisa membelinya di Toko Mesin Maksindo. Harga mesin ini terjangkau sehingga efisien bagi para petani. Penggunaan alat yang mudah membuat pekerjaan semakin lancar.
Sekian tadi ulasan untuk peluang usaha budidaya kangkung dan analisa usahanya. Usaha budidaya kangkung yang menjajikan ini bisa menjadi pilihan tepat dan semoga info diatas bermanfaat.
